Kecuplah
oleh : Busriadi Bustamin Amarah kian memuncak saat ihwal itu kian berulang. Bagaikan gemuruh melulantahkan bumi yang kian murkah. Bunga yang kian hadir menyertainya seakan tak mampu memaknainya dengan senyuman. Kecuplah bunga itu. Anggaplah dia hadir untuk meluruskan petaka menimpa. Usah kau campakkan dia. Peluklah dengan erat. Sebab, dia bukan pembawa musibah. Ia hanya bunga yang ingin mekar, kekar, dan membawa wangian yang merindu. Malunda Majene, 12 Februari 2022