Budaya dan Sastra
Oleh : Busriadi
JANJI
Polesan suara menidurakanku
hingga menunggu dan menunggu
Kau memberiku janji dan janji
Sampai membuatku lesuh
Tak menyangka Kau sekejam itu
Membodohi berjuta-juta kata
Sampai berharap-dan berharap
Kesal dikala menyindirku
Hati teriris dan teriris
Semula aku tak menyangka
Berharap penuh pemberianmu
Tapi sesal dan kesal
Melilit perjalanan
Sampai tersingkir dari raga
Sebab, meresahkanku
Sungguh berharap dan berharap
Lambaian tangan menyentuhku
Kutunggu sindiran
Karna kau belum mampu menjawabnya
Hingga hari kelak mampu mengingatnya, dan
Dibumbuhi air mata bercucuran di pipimu
Malunda, 26 februari 2012.

Comments
Post a Comment