Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 1.2
Jurnal
Refleksi Dwi Mingguan
Pendidikan
Guru Penggerak
Modul 1.2
Penulis : Busriadi, S.Pd.
Unit Kerja : SDN No. 16 Inpres Tanisi
CGP Angkatan 9, Kabupaten Majene Sulawesi Barat
Refleksi adalah kegiatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kegiatan evaluasi yang berlanjut dan berjenjang (Yulianto,2022). Dengan adanya refleksi, akan diperoleh informasi positif tentang bagaimana kita meningkatkan kualitas belajar mengajar, serta menjadi bahan sejauh mana hasil belajar tercapai.
Aktivitas
refleksi ini dapat digunakan untuk peninjauan pada setiap kegiatan sehingga
mendapatkan gambaran kondisi dari sebuah kegiatan tersebut. Hal ini membuat
potensi setiap individu dan sebuah grup bisa lebih terlihat.
Menurut
Ernesta (dalam Suwidiyanti:2022) dalam artikelnya menjelaskan ada banyak model
dalam melakukan refleksi, salah satu model refleksi yang dapat diterapkan yakni
4F: Fact, Feeling, Finding, Future.
1. Facts
(Peristiwa)
a.
Aktifitas di
LMS
1)
Eksplorasi
Konsep
Pada eksplorasi konsep, materi dibagi
menjadi tiga bagian, yakni:
a)
Materi A
·
Cara kerja otak: Sistem berpikir cepat dan lambat
·
Perumpamaan
Otak 3-in-1 (Triune) Manusia Menggunakan Tangan
·
Lima (5) Kebutuhan Dasar Manusia: Kebutuhan Genetis
·
Tahap tumbuh kembang anak - Wiraga-wirama Ki Hadjar
Dewantara
·
Tahap
perkembangan psikososial Erik Erikson
b)
Materi
B
·
Manusia Merdeka:
Berdaya dalam Memilih (Teori Pilihan)
·
Aksioma terkait pilihan
·
Manusia Merdeka:
Termotivasi dari Dalam (Motivasi Intrinsik)
·
Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila
·
Nilai-nilai Guru
Penggerak
c)
Materi C
·
Berpikir strategis
dan menguatkan lingkaran pengaruh
·
Diagram identitas
gunung es
·
Peran Guru Penggerak
2)
Mulai dari
Diri
Pada tahap ini kami menuliskan hal postif
dan hal negatif pada trapesium usia yang dirasakan pada saar sekolah. Namun,
itu menjadi pelajaran berharga saya sebagai guru untuk bisa dikembangkan
(positif) dan tidak mengulang hal buruk (negatif) terjadi pada peserta didik
saya.
3) Ruang kolaborasi
Pada
kegiatan ini, kami diskusi secara berkelompok dengan teman kelas B dengan
bimbingan dari Fasilitator Pak Muhammad
Natsir yang sangat berkompeten dalam membina dan mengarahkan kami. Setiap anggota
menuliskan nilai guru penggerak yang paling dominan nampak dari dirinya.
4) Demontrasi kontekstual
Kami
ditugaskan untuk menuliskan gambaran diri sebagai guru penggerak di masa depan
dalam demontrasi kontekstual.
5) Elaborasi Pamahaman
Pada tahap
ini, penguatan tentang materi yang terdapat dalam modul 1.2 dibawakan oleh
instruktur Pak Faisal Bahar dengan
sangat sistematis dan jelas.
6) Koneksi Materi
Pada tugas
ini, CGP mampu
menghasilkan kesimpulan berdasarkan materi modul 1.2. Nilai & Peran Guru
Penggerak serta kaitannya dengan modul 1.1. Filosofi Pendidikan Ki Hadjar
Dewantara.
7) Aksi Nyata
Pada
Aksi Nyata Modul 1.2 CGP ditugaskan untuk melakukan pengembangan diri yang
sederhana, konkret dan rutin serta dapat dilakukan sendiri dari sekarang.
2. Feeling (Perasaan)
Perasaan saya setelah mengikuti PGP
dan mempelajari Modul 1.2 tentang nilai dan peran guru penggerak, semakin
termotivasi untuk bisa lebih berkembang lagi dan semakin memacu diri bisa
tergerak, bergerak dan menjadi guru yang dapat menggerakkan guru yang lain
menuju transpormasi pendidikan yang lebih baik.
Dalam modul ini juga, saya juga
semakin menyadari bahwa kita harus mampu bisa menyelami potensi-potensi peserta
didik yang dimana potensi yang terlihat itu hanyalah 12 % dari apa yang mereka
miliki. Sehingga, perlu kita bekerja keras dengan berbagai upaya untuk bisa
menemukan potensi yang masih tersembunyi itu.
Modul ini, sangat berkaitan dengan
modul 1.1 yang membahas bagaiman kita menuntun peserta didik agar menemukan
keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya secara individu maupun
bermasayarakat. Artinya, dalam modul 1.2 ini, saya merasa jalan untuk menuntun
itu lebih terbuka karena memberikan materi tentang bagaimana sesungguhnya
perkembangan, cara kerja otak, dan kebutuhan peserta didik, agar kita bisa menuntun
peserta didik sesuai dengan kodrat alam dan zamannya, sehingga kita wajib pula
menumbuhkan nilai-nilai guru penggerak dalam diri untuk menjalankan peran kita
sebagai guru penggerak untuk kemajuan pendidikan.
3.
Findings (Pembelajaran)
Pembelajaran yang saya dapatkan dari
PGP dalam modul 1.2 sangat banyak. Salah satunya, pelajaran dari materi diagram
identitas gunung es yang memberikan ilmu bahwa potensi peserta didik tidaklah
semua nampak dan itulah tugas kita sebagai guru untuk menemukan dan
mengembangkan potensi yang tersembunyi tersebut.
Adapaun pelajaran dari tahapan perkembangan
psikososial Erik Erikson yakni bagaimana kita memberikan perlakuan yang tepat
terhadap anak agar kita bisa menumbuhkan karakter anak dengan baik, bukan memastikan
karakter karena keegoisan kita sebagai manusia. Karena, pada materi ini
terdapat dampak positif dan negatif terhadap tindakan yang dilakukan dalam
mendidik anak, sehingga materi ini semakin jelas untuk dipahami untuk bisa
diaktualisasikan dalam kehidupan.
Dari materi ini juga, kita juga
dapat memahami bagaimanakah bentuk manusia merdeka itu. Yang menurut pemahaman
saya dari hasil literasi dari madul ini, manusia merdeka manusia yang dapat
memilih dan berkembangn sesuai dengan keinginan dan potensi mereka sehingga
lahirlah motivasi internal yang dapat membuatnya tergerak dan bergerak tanpa
paksaan orang lain. Dan, hal ini juga akan memudahkan kita mewujudkan profil
pelajar pancasila dalam diri anak.
Selain itu, pembelajaran yang dapat
kita petik dari modul ini, yakni sebagai guru penggerak kita sebaiknya berada
dalam lingkaran pengaruh dengan membangun relasi, komunikasi, kolaborasi dan
kontribusi dengan orang lain, agar bisa menjadi contoh yang baik bagi guru lain
dan kemudian dapat menggerakkannya.
4. Future
(Penerapan)
Nilai merupakan
keyakinan sebagai standar yang mengarahkan perbuatan dan tolok ukur pengambilan
keputusan terhadap objek atau situasi yang sifatnya sangat spesifik. Kehadiran nilai-nilai positif dalam diri
seseorang akan membantu mereka mengambil posisi ketika berhadapan dengan
situasi atau masalah, sebagai bahan evaluasi ketika membuat keputusan dalam
kehidupan sehari-hari.
Dari pernyataan
di atas nilai memiliki peranan penting dalam tingkah laku kita dalam
sehari-hari. Sehingga, sebagai guru penggerak kita harus mampu menumbuhkan
nilai-nilai tersebut sebagai pemimpin dan untuk mengelola perubahan. Nilai-nilai guru penggerak yakni, (1)
berpihak pada murid, (2) reflektif, (3) mandiri, (4) kolaboratif, serta (5)
inovatif.
Untuk menjalankan peran sebagai guru penggerak perlu kita
mendalami nilai-nilai guru penggerak. Di masa
mendatang, Guru Penggerak diharapkan dapat memainkan peran-peran memimpin
perubahan dalam ekosistem pendidikannya masing-masing. Adapun Peran guru
penggerak yakni, 1. Menjadi Pemimpin Pembelajaran, 2. Menjadi Coach Bagi
Guru Lain, 3. Mendorong kolaborasi, 4. Mewujudkan Kepemimpinan Murid (Student
Agency), dan 5. Menggerakkan Komunitas Praktisi.
Adapun penerapan
dalam aksi nyata, yang mengarahkan kita dalam pengembangan diri yang sederhana,
konkret, rutin serta dapat dapat dilakukan sendiri dari sekarang. Dengan terus belajar untuk memperkaya diri
baik melalui pelatihan maupun platform
merdeka belajar yang menunjang profesi sebagai guru dan selalu berupaya
berkolaborasi dengan teman sejawat untuk meningkatkan kompetensi menuju
predikat pendidik yang baik.
1. Metaweq dalam kelas
sebelum menjawab atau bertanya,
2. Membiasakan
kerja kelompok dengan membudayakan siwali parriq yang artinya bekerja
dengan mengutamakan rasa saling menyayangi dan menghargai antaranggota
kelompok.
1.
Berpihak
pada murid, kegiatan harian dan berkelanjutan yang akan saya lakukan:
- Menciptakan
pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan dengan memberikan ice breaking
- Banyak
membangun interaksi dengan murid agar terlihat hubungan yang lebih
bersahabat pada murid dalam PBM untuk meningkatkan fungsi otak anak
sehingga mereka mampu berpikir efektif, reaktif, atau agresif.
- Memanfaatkan
lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran dan untuk menghilangkan rasa
jenuh belajar peserta didik dalam kelas. Minimal 2 kali dalam sebulan
- Memberikan
kesempatan pada semua murid untuk bereksplorasi sesuai dengan prinsip
merdeka belajar
- Menuntun
murid untuk mengembangkan minat dan bakatnya
- Mengaktifkan
peserta didik untuk mewujudkan profil pelajar pancasila.
2.
Reflektif,
kegiatan harian dan berkelanjutan yang akan saya lakukan:
a.
Mengevaluasi diri
terhadap apa yang sudah saya capai, baik kelebihan maupun kekurangan untuk
meningkatkan kinerja berdasarkan pengalaman-pengalaman sebagai pendidik dan
pengajar.
b.
Merefleksi PBM dengan
peserta didik dan melakukan tindak lanjut dari respon yang diberikan
c.
Merfelkesi diri dengan
teman guru senior atas kekurangan dan kelebihan terhadap pengalaman sebagai
pendidik dan pengajar, baik dalam PBM dalam kelas maupun diluar kelas dan
terhadap keputusan yang sudah dilakukan. Dengan alasan bahwa guru senior lebih
banyak pengalaman yang dapat dijadikan sebagai refeleksi diri saya.
3.
Mandiri,
kegiatan harian dan berkelanjutan yang akan saya lakukan:
a.
Meningkatkan kompetensi
saya dibidang pendidikan dengan mengikuti pelatihan-pelatihan.
b.
Merancang, melaksanakan
dan merefleksi pembelajaran secara mandiri.
4.
Kolaboratif,
kegiatan harian dan berkelanjutan yang akan saya lakukan:
a.
Membentuk komunitas
praktisi di sekolah
untuk saling berbagi dan belajar
b.
Berkunjung ke rumah
peserta didik untuk berdiskusi tentang perkembangan peserta didik minimal 1
kali dalam sebulan. Untuk membangun kolaborasi guru dan orang tua murid dalam
menuntun peserta didik mencapai keselamatan dan kebagiaan yang
setinggi-tingginya.
c.
Bersama-sama Merefleksi
PBM dengan peserta didik dan teman sejawat untuk ketercapaian pembelajaran yang
berfaedah.
d.
Membangun kolaborasi
dengan teman sejawat untuk menciptakan wadah dalam peningkatan potensi peserta
didik di bidang yang diminatinya contoh ; membentuk sanggar.
5.
Inovatif,
kegiatan harian dan berkelanjutan yang akan saya lakukan:
a.
Menciptakan media
pembelajaran berbasis budaya daerah agar media pembelajaran berbasis kodrat
anak
b.
Membuat portopolio
digital melalui google sites untuk referensi peserta didik agar dapat belajar
kapan dan dimanapun. Yang berisi video pembelajaran terkait materi-materi,
modul-modul ajar, soal-soal dan kegiatan-kegiatan sekolah yang berkaitan dengan
materi sebagai tambahan wawasan berbasis pengalaman yang sudah ada.
c.
Menggunakan aplikasi
canva untuk media pemebalajarn yang lebih menarik
d.
Membuat lagu-lagu
pembelajaran agar peserta didik dapat
mengingat materi tanpa beban dengan lagu.
e.
Mencetak karya menjadi
sebuah buku untuk media pembelajaran berkaitan dengan materi. Seperti membuat
buku antologi cerpen
Referensi :
.png)

Comments
Post a Comment