Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Pendidikan Guru Penggerak Modul 3.3
Penulis : Busriadii, S.Pd.
Unit Kerja : SDN No. 16 Inpres Tanisi
CGP Angkatan 9, Kabupaten Majene Sulawesi Barat
Jurnal refleksi adalah untuk menuangkan perasaan, gagasan dan pengalaman praktik baik yang telah dilakukan dengan memilih model refleksi Model 4F (Facts, Feelings, Findings, Future). Sebagai refleksi pembelajaran dan aktivitas yang telah dilakukan di Learning Management System (LMS). Minggu ini ada beberapa aktivitas pembelajaran yaitu diawali dengan mempelajari konsep modul 3.3 Modul Pengelolaan program yang berdampak positif pada murid mulai dari diri, Eksplorasi Konsep dilanjut kegiatan ruang kolaborasi, demostrasi kontekstual, Elaborasi Konsep dan koneksi antar materi dan Aksi nyata.
1.Facts (Peristiwa)
Modul 3.3 Pengelolaan program berdampak positif bagi siswa. Ini adalah paket modul terakhir untuk calon guru penggerak di Angkatan 9 di LMS ini. Kegiatan mulai dari diri dimulai pada tanggal 28 Februari 2024, kemudian pada tanggal 5 Maret 2024 dilakukan Ruang Kolaborasi sesi 1. Lalu dilanjutkan ke esokan harinya 6 Maret 2024 ruang kolaborasi sesi 2 dipandu langsung Pak Fasilitator Drs. Muhammad Natsir, M.Pd.
Kemudian dilanjutkan dengan refleksi terbimbing dan demonstrasi kontekstual pada tanggal 8 Maret 2024. Demonstrasi kontekstual merupakan rancangan program yang mempengaruhi siswa melalui pelaksanaan langkah-langkah BAGJA dengan mengampil lanjutan program dari ruang kolaborasi. Setelah demonstrasi terkait konteks selesai. Kami CGP angkatan 9 Kabupaten Majene mengikuti elaborasi pemahaman yang dibawakan oleh Ibu Erni Marlina, dan lanjut pada kegiatan menjelaskan kaitan antar materi pada Modul 3.3. Modul ini memberikan penjelasan tentang latar belakang judul dan kaitannya dengan modul sebelumnya. Kaitan dengan materi sebelumnya pada modul 3.2 Pemetaan Aset Sekolah dalam Pengelolaan Sumber Daya. Dimana aset milik sekolah harus dikelola dengan baik untuk menggali potensi peserta didik agar tercapai maksimalisasi pendidikan sesuai dengan karakter dan usia peserta didik, sebagaimana cita-cita Ki Hajar Dewantara bapak pendidikan nasional. Aset sekolah meliputi modal manusia, modal sosial, modal fisik, modal lingkungan, modal ekonomi, modal politik, modal agama dan budaya. Dan, begitupun pada modul yang lain. Dan, teakhir aksi nyata, pada tahap ini
2.Feelings (Perasaan)
Perasaan saya saat mempelajari modul ini
yaitu bahagia sekaligus sedih. Merasa bahagia karena tugas yang harus
dikerjakan, Alhamdulillah, dapat terselesaikan dengan tepat waktu. Saya
berupaya akan adanya perubahan sebagai guru sebelum dan sesudah mengikuti PGP, karena tugas sebagai Guru Penggerak sangatlah luar biasa yaitu untuk
mengimplementasikan Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid. Adapun hal
yang menyedihkan adalah vicon terakhir kami dengan Fasilitator kami yaitu Bapak
Drs. Muhammad Natsir, M.Pd. yang selama kami
membersamai kami di program guru
penggerak dengan penuh rasa sabar dan juga telaten membimbing kami dalam
mengerjakan tugas-tugas di LMS. Meskipun kami belum pernah bertemu dengan beliau secara langsung, akan tetapi kedekatan beliau dengan kami serasa
keluarga.
Modul 3.3 melengkapi pemahaman saya
bahwa program yang dirancang dan dibuat harus memuat contents voice/suara,
choice/pilihan dan ownership/kepemilikan murid. Membuat program yang berdampak
pada siswa dilakukan melalui alokasi yang tepat dari sumber daya/peluang yang
dimiliki oleh sekolah. Pemetaan aset yang benar memudahkan pengoptimalan
program agar berjalan dengan lancar dan, tentu saja, membantu meminimalkan
hambatan. Optimalisasi aset yang tepat tentu akan memudahkan terwujudnya visi
dan misi sekolah. Modul ini juga akan menambah pengetahuan kita tentang CGP
dalam mengelola program yang mempengaruhi siswa melalui strategi MELR
(Monitoring, Evaluation, Learning and Reporting). Selain itu, kami juga
diajarkan pentingnya analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities,
Threats) dalam rencana program yang dibuat. Analisis SWOT (Strengths,
Weaknesses, Opportunities and Threats) ini juga berguna untuk memitigasi risiko
pelaksanaan program yang berdampak pada siswa di SDN No. 16
Inpres Tanisi. Modul pembelajaran 3.3 merupakan poin yang harus dimiliki oleh kepala
sekolah agar lebih kreatif, inovatif dan sinergis untuk mengembangkan sumber
daya yang ada di sekolah. Program yang dikelola dengan baik memengaruhi
kemandirian belajar dan tentunya menghasilkan siswa yang berprofil
pancasila.
Rencana ke depan dengan materi yang diperoleh sebagai CGP dibagikan dengan
rekan kerja dan menerapkan apa yang saya pelajari di sekolah. Dalam penyusunan
program yang direncanakan, tentunya perlu dicantumkan contents voice/suara,
choice/pilihan dan ownership/kepemilikan murid.



Comments
Post a Comment