Liburan ke Kampung Ayah di Mateng

 

Ince Rahman Nur

(Kelas 6, Siswa SDN No. 16 Inpres Tanisi)

     Ketika libur sekolah tiba, perasaan ini begitu bersemangat untuk segera menikmati liburanku dengan berkunjung ke kampung ayahku, yang berada di Mamuju Tengah (Mateng). Sesuatu yang sudah sekian lama saya nanti-nantikan, akhirnya tercapai juga. Karena selain ingin berlibur di luar kampung ada perasaan kangen yang luar biasa. Karena sudah sekian lama meronta-ronta dalam hati.

     Pada hari Minggu 7-April 2024 lalu, di pagi yang cerah saya dengan keluarga kecilku memulai perjalanan kami dengan hanya mengendarai sepeda motor. Saya ibu ayah dan adik merasa sangat bersemangat, meskipun jarak yang akan kami tempuh cukup jauh. Dalam perjalanan kami, beberapa kali ayahku berhenti istirahat karena perjalanan yang jauh dan cukup melelahkan.

     Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dari 7 jam, tak lama kemudian sampailah kami di kampung ayah. Alangkah senangnya saya. D i sambut keluarga dengan penuh rasa bahagia, seketika rasa penat hilang dengan sambutan hangat dari keluarga dan teman-temanku di Mateng.

Keesokan harinya di kampung ayah, saya ibu ayah dan adik berkeliling kampung sampai-sampai tembus tobadak 4. Perjalanan kami lagi-lagi lumayan jauh. Namun rasanya sangat bahagia karena disuguhkan oleh pemandangan yang luar biasa. Bagiku hamparan kebun sawit yang begitu luas sejauh mata memandang, terlebih lagi kami singgah di pabrik sawit yang begitu besar, sambil ayahku bernostalgia tempat dimana ayahku pernah bekerja menjadi security ketika itu, dapatlah dibayangkan betapa bahagianya perasaan dengan liburan kami saat itu. Ternyata bahagia itu sederhana.

     Setelah beberapa hari di kampung ayah, kami sudah cukup puas rasanya berkeliling sambil silaturahmi dengan keluarga, rasa rindu selama ini sudah terobati. Maka kami sudah harus berencana untuk balik kampung sebelum liburan selesai.

Sebelum malam tiba ayah mengajak ke pantai pelabuhan Babana untuk menikmati senja di sore hari yang begitu indah. Namun senja sebagai akhir dari yang lain tidak peduli seberapa sempurna hari ini, itu harus selalu berakhir. Senja datang, langit berubah menjadi cahaya ungu kehitaman yang di penuhi bintang-bintang perak kecil.

Hanya ada satu hari tersisa, selalu di mulai dari awal, itu di berikan kepada kita saat fajar dan diambil dari kita saat senja.  Sekian cerita singkat liburan kami sekeluarga di kampung ayah besok harinya kami kembali pulang kampung dengan sejuta cerita indah.

Comments

Popular posts from this blog

Impian Siswa Dibalik Tes Kemampuan Akademik

Pendidikan

Pendidikan